15 May 2011

FOLLOW YOUR HEART (I)

Teori omputeh:
hating things.... [page 60]
"We cannot change anything unless we accept it." ~ Carl Jung

Hating things is a bad idea. While you hate something, you remain invisibly connected to it.- so it will tend to hang around.

EXAMPLE: Let's say you are in debt and you hate it. That's a difficult position from which to improve your finances. You put so much energy into hating it, that you stay stuck- you're drained. Once you accept your debt, free of the emotional turmoil, you can move out of it. Acceptance does not mean "giving up"- it means understanding what is.

EXAMPLE: Until you accept that you are overweight, you either: a) deny you are fat, or (b) hate yourself for being fat. In either case, you stay fat. You only begin to lose weight once you accept you are fat.

Getting angry or fighting doesn't work. You overcome what you don't like by accepting what is- not resisting- and replacing it with something positive.

************************************

Dalam Islam,

"Cintailah kekasihmu sekadarnya, siapa tahu ia akan menjadi musuhmu suatu hari nanti. Dan bencilah musuhmu sekadarnya, siapa tahu ia akan menjadi kekasihmu suatu hari nanti." ~Saidina Ali bin Abi Talib. [Solusi; isu no.29; m/s 28]

Bersifat husnuzzhan (bersangka baik) atas segala sesuatu yang berlaku. Masakan ALLAH sengaja memberikan sesuatu kesusahan atau kesenangan itu kepada kita. Ingatlah bahawa setiap keperitan itu merupakan nikmat dari ALLAH dan setiap kesenangan itu ujian dari ALLAH. Sewaktu kita dalam kesusahan atau kesulitan, ALLAH mahu menguji sejauh mana kita bersabar dan bergantung harap kepada-NYA. Sewaktu kita diulit kemewahan mahupun kesenangan, ALLAH menguji sejauh mana kekuatan iman kita untuk menginfak atau memberikan kepada yang memerlukan nikmat itu. Sesungguhnya ALLAH yang memberi rezeki.

*Mana yang baik daripada teori orang barat itu boleh digunakan asalkan ia tidak bertentangan dengan syariat Islam. Akal yang diberikan ALLAH digunakan untuk menilai baik dan buruk sesuatu perkara. Wallahua' lam...

No comments: